Hari Sabtu yang menyenangkan. Ketika aku bisa bertemu lagi dengan seseorang yang sudah lama tidak aku temui karena jarak yang begitu jauh.
Sebelumnya pada hari jumat kamu memberi tahu bahwa kamu sudah berada di jogja :) aku senaaaang sekali.
Lalu hari sabtu pun tiba. Hari dimana kita sudah berencana untuk bertemu. Jam 4 lebih beberapa menit kamu sudah berada di seberang jalan rumah untuk menjemputku. Ya, aku memang tidak memperbolehkanmu untuk menjemputku dirumah. Aku tidak mau waktu kita tersita karena kamu akan di'wawancarai' oleh orang tuaku. Aku naik membonceng motormu...moment yang sudah lama tidak aku rasakan berbincang sambil merasakan hangatnya punggungmu diselingi tawa renyahmu.
Kita sampai ditujuan, kita berjalan-jalan. Kita berdua merayakan hari ulang tahunmu yang sudah lewat beberapa hari. Dulu mungkin aku bisa menggandeng tangan hangatmu, tapi tidak untuk kemarin, aku hanya bisa berjalan disampingmu. Aku sudah berjanji untuk menganggapmu sebagai kakakku, bukan lelaki untuk aku cintai. Kamu adalah sosok yang harus aku sayangi sebagai kakak tidak lebih.
Mungkin jika waktu diputar ke satu tahun yang lalu aku masih bisa menggandeng tanganmu. Kita masih bisa bergandengan dan berjalan beriringan dengan tawa renyah yang kita ciptakan. Tapi itu tidak mungkin. Aku tidak ingin kembali ke masa lalu kita. Masa dimana sebenarnya aku bingung menentukan apakah jalan yang aku ambil sebagai pengisi hari-harimu itu adalah pilihan yang tepat.
4 bulan aku masih bingung menentukan pilihan. Dan pada akhir bulan ke 4 aku memutuskan untuk cukup menjadi adikmu. Sepertinya aku sayang kamu hanya sebagai kakak.
Dan keputusanku itu sepertinya benar. Setelah kita memutuskan hubungan kita, aku merasakan perbedaan. Aku lebih merasa nyaman dengan hubungan kita saat itu. Aku bisa lebih terbuka sama kamu, aku lebih senang menjadikanmu teman curhatku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar